Rabu, 21 Maret 2012

Qiyamullail

Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)
Allah Ta’ala berfirman:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)
Allah Ta’ala berfirman:
كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالأَسْحَارِهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ
“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)
Penjelasan ringkas:
Di antara keutamaan qiyamullail berdasarkan dalil-dalil di atas adalah:
a.    Mendapatkan pujian yang banyak dalam Al-Qur’an.
b.    Hatinya akan terjaga dari kerusakan dan penyakit hati. Karena terlalu banyak tidur bisa menyebabkan rusaknya hati, karenanya dengan qiyamullail dia bisa mengurangi tidurnya.
c.    Dia merupakan shalat sunnah yang paling utama.
d.    Orang yang mengerjakannya secara berkesinambungan akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.
e.    Dia akan lepas dari gangguan setan di malam harinya.
f.    Qiyamullail merupakan sebab baiknya jiwa, lapangnya dada, dan semangatnya anggota tubuh.
g.    Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan. Dan sebaik-baik doa saat itu adalah permohonan ampun akan semua dosa-dosa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surah Adz-Dzariyat di atas.
referensi : http://al-atsariyyah.com

9 Keutamaan Bersedekah



     Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan orang-orang yang bersedekah. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits mengenai keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, meskipun hampir sebagiannya perlu dicek keshahihannya. Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.

Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

1. Sedekah dapat menghapus dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

     Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.

         Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)


3. Sedekah memberi keberkahan pada harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

       Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”


4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah.

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)

An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

        “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

        Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.

         Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil? 
referensi :  http://d14nhardiani.multiply.com

Kandungan Ayat Kursi

kandungan Ayat Kursi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Al-Ustadz Abdurrahman Assegaf   
Thursday, 16 December 2010 02:08
Kandungan Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ 
Diturunkannya
Turunnya di malam hari dan saat turun Nabi memanggil Zaid untuk langsung menulisnya.
Muhammad al-Hanafiah mengatakan: Ketika turun ayat kursi berjatuhan berhala di dunia begitu juga berjatuhan mahkota dari kepala raja-raja, berlarian setan sehingga berbenturan antara satu dengan lainnya lalu datanglah Iblis yang memberitahukan kepada mereka bahwa, telah turun ayat kursi.
Kemuliaannya:
  • Dari Ubay bin Ka’ab: Ayat yang termulia dalam al-Qur’an adalah Ayat Kursi. (HR.Abu Daud) Dalam riwayat Abu Hurairah, Rasul bersabda:
سَيِّدَةُ آيِ الْقُرْآنِ هِيَ آيَةُ الْكُرْسِيِّ
Penghulu ayat-ayat al-Qur’an adalah ayat Kursi. (HR.Thurmudzi)
  • Berkata Ibnu Abbas; Ayat yang termulia dalam al-Qur’an. Di dalam ayat ini disebutkan nama Allah secara terang-terangan dan tersembunyi sebanyak delapan belas kali.
  • Ibnu Athiyyah; Ayat ini sangat mulia karena di dalamnya menyebut tentang sifat-sifat Allah (tauhid), ayat ini terdiri dari lima puluh kalimat dan mengandung lima puluh keberkahan.
Anjuran:
ü  Membacanya setiap usai mendirikan sholat.
Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda: Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa “Barangsiapa yang mendawamkan ayat kursi setiap sholatnya, diberikan kepadanya pahala orang yang bersyukur dan pahala para Nabi, ulama dan dibentangkan baginya rahmat serta tidak menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian”.(Tafsir al-Quthubi, dalam riwayat lain disebutkan dari Ubay bin Ka’ab)
ü  Membacanya ketika hendak tidur. Riwayat dari Abu Hurairah dalam kisahnya:
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ
Jika engkau naik ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, niscaya kamu selalu dalam penjagaan Allah dan tidak akan mendekatimu setan hingga dating waktu pagi.(HR.Bukhari)
ü  Dibaca dalam rumah.
Dari Abu Hurairah, Rasul bersabda: Surat al-Baqarah di dalamnya ada penghulu ayat dan;
لاَ تُقْرَأُ فِي بَيْتٍ وَ فِيْهِ شَيْطَانٌ إلاَّ خَرَجَ مِنْهُ
Tidak dibaca di dalam rumah dan di dalamnya ada setan kecuali dia keluar dari rumah itu.(HR.Hakim)
Abu Hurairah; Barangsiapa yang membaca ayat kursi di pagi hari niscaya Allah akan menjaganya hingga sore dan siapa yang membacanya di sore hari maka Allah akan menjaganya hingga pagi.(HR.Thurmudzi).
Abu Nuaim; Tidak dibacakan ayat Kursi di rumah di malam kecuali akan keluar dari rumah itu setan dan tidak kembali lagi kecuali di pagi harinya
Makna Ayat
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya);
‘Al-Hayyu’ Salah satu nama Allah artinya “Yang Maha Hidup”, ‘al-Qayyum’ artinya “Yang Maha Menegakkan atau Menjalankan Ciptaan-Nya”.
Nabi Isa saat hendak menghidupkan mayit beliau memohon kepada Allah dengan membaca “Ya Hayyu Ya Qayyum”, begitu juga Ashif bin Barkhiya saat hendak memindahkan singgasana ratu Baliqis. Disebutkan dalam sejarah Bani Israil-pun jika memohon kepada Allah dengan membaca “Ya hayyu Ya Qayyum” terutama saat di lautan.
لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
Tidak mengantuk dan tidak tidur, Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi
‘Sinatun’ mengantuk, dikatakan mengantuk jika tertidur matanya tapi jika tertidur hatinya maka disebut tertidur.
Disebutkan dalam hadits yang lemah sebuah riwayat dari Abu Hurairah, dahulu pernah terbesit dalam pikiran Nabi Musa apakah Allah tidur, maka Allah mengirim Malaikat dan memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memegang dua gelas yang berisikan air, setelah beberapa lama Nabi Musa terkantuk dan hamper saja kedua gelas itu terjatuh. Begitulah Allah membuat perumpamaan jika terkantuk niscaya hancurlah alam semesta ini.
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ الأَ بِإِذْنِهِ
Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya
Dalam ayat ini jelas ditetapka bahwa, Allah memberikan izin kepada siapa yang Dia kehendaki untuk memberikan syafaat. Mereka itu adalah para Nabi, ulama, mujahid, para malaikat dan lainnya yang telah diberikan kemuliaan kepada mereka.
..وَلاَ يَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
..Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya .(QS.Al-Anbiya, 28)
Dari Anas bin Malik, Nabi bersabda:
إِنَّ عَبْدًا فِي جَهَنَّمَ لَيُنَادِي أَلْفَ سَنَةٍ يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ قَالَ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِجِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام اذْهَبْ فَأْتِنِي بِعَبْدِي هَذَا فَيَنْطَلِقُ جِبْرِيلُ فَيَجِدُ أَهْلَ النَّارِ مُكِبِّينَ يَبْكُونَ ..
Ada seorang hamba di Neraka Jahannam selama seribu Tahun memanggil dengan “Ya Hannan Ya Mannan”, bersabda: Allah berkata kepada Malaikat Jibril “Pergilah dan bawakan kepada-Ku hamba-Ku itu” maka Jibril berangkat dan mendapati penghuni Neraka sedang menangis…(HR.Ahmad)
o  Ibnu Athiyyah: Para ulama dan orang Sholeh dapat memberikan syafaat kepada mereka yang belum masuk ke dalam Neraka, atau sudah masuk ke dalam Neraka tapi pernah melakukan amal sholeh. Para Nabi dapat memberikan syafaat untuk umatnya yang bermaksiat dan telah masuk ke Neraka. Sedang Syafaat waktu hisab hanya Allah berikan kepada Nabi Muhammad.[1]
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar”. (QS.Al-Baqarah, 255)
Dari Abu Dzar, Rasul bersabda:
يَا أبَا ذَرٍّ مَا السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ مَعَ الْكُرْسِي إلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٌ فِي أَرْضِ فَلاَةٍ وَ فَضْلُ الْعَرْشِ عَلىَ الْكُرْسِي كَفَضْلِ الفَلاَةِ عَلىَ الْحَلْقَةِ
Wahai Abu Dzar, tidaklah langit tujuh jika dibandingkan dengan Kursi kecuali bagaikan lingkaran (gelang/tameng) yang dilemparkan ke tengan padang pasir yang luas, dan keutamaan Arsy jika dibandingkan dengan Kursi bagaikan padang pasir yang luas dengan lingkaran”. (HR.Al-Ajiri, Abu Hatim dan juga Ibnu Hibban dalam kitabnya As-Shahih)
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Rasul bersabda: ”Kursi itu terbuat dari intan permata yang luas dan panjangnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah”.(HR.Ibnu Asakir dalam kitabnya at-Tarikh)
Berkata Abu Musa al-A’sari: Kursi itu adalah tempat kaki-Nya Allah
Ibnu Abbas: Yang dimaksud dengan Kursi adalah ilmu-Nya Allah pendapat ini dikuatkan oleh Imam Thabari.
قال البيهقي: وروينا عن ابن مسعود وسعيد بن جبير عن ابن عباس في قوله {وسع كرسيه} قال: علمه.
Berkata Imam Baihaqi: Dan telah kami riwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Said bin Jubair dan Ibnu Abbas di firman Allah “wasi’a kursiyyuhu”, berkata; ilmu-Nya.


[1] Hadits Syafaat:
  • Dari Abu Hurairah, Rasul bersabda:
وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ..
“..Lalu dibentangkan jembatan Jahannam, Rasul bersabda: Aku yang pertama melewatinya dan para Rasul berdo’a saat itu “Ya Allah, selamatkan-selamatkan”..(HR.Bukhari)
  • Dari Abu Hurairah, Rasul bersabda:
لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي فِي الْآخِرَةِ
Setiap Nabi itu memiliki do’a yang mustajab yang berdo’a dengannya, dan aku menginginkan untuk menyembunyikan do’a ku sebagai syafaat bagi ummatku kelak di akherat. (HR.Bukhari)
  • Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda:
شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي
Syafaatku bagi pendosa besar dari umatku. (HR.Abu Daud)
  • Dari Abu Musa, Rasul bersabda:
أَتَانِي آتٍ مِنْ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَخَيَّرَنِي بَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ نِصْفُ أُمَّتِي الْجَنَّةَ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ فَاخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَجْعَلَنَا فِي شَفَاعَتِكَ فَقَالَ أَنْتُمْ وَمَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا فِي شَفَاعَتِي
Telah datang  kepadaku utusan dari Allah dan memberikan pilihan kepadaku ‘dimasukkan setengah umatku ke surga atau syafaat’ maka aku memilih syafaat, Abu Musa berkata “Ya Rasul, jadikanlah kami dari golongan yang mendapat syafaatmu” Rasul bersabda “Kalian dan siapa yang wafat tidak mensekutukan Allah dalam syafaatku. (HR.Ahmad)
  • Dari Abu Musa al-As’ari, Rasul bersabda:
فَيَشْفَعُ النَّبِيُّونَ وَالْمَلَائِكَةُ وَالْمُؤْمِنُونَ فَيَقُولُ الْجَبَّارُ بَقِيَتْ شَفَاعَتِي فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنْ النَّارِ فَيُخْرِجُ أَقْوَامًا
Maka Para Nabi, Malaikat dan orang-orang Mukmin memberikan syafaat, lalu al-Jabbar (Allah) berkata “Yang tersisa syafaat-Ku” lalu Allah mengangkat dari neraka beberapa kaum.. (HR.Bukhari)
  • Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda:
يَصُفُّ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صُفُوفًا وَقَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَيَمُرُّ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ عَلَى الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا فُلَانُ أَمَا تَذْكُرُ يَوْمَ اسْتَسْقَيْتَ فَسَقَيْتُكَ شَرْبَةً قَالَ فَيَشْفَعُ لَهُ وَيَمُرُّ الرَّجُلُ فَيَقُولُ أَمَا تَذْكُرُ يَوْمَ نَاوَلْتُكَ طَهُورًا فَيَشْفَعُ لَهُ ..
Manusia berdiri bershaf-shaf di hari Kiamat, berkata Ibnu Numair: Seorang penduduk Surga melewati seseorang penduduk Neraka, berkata: “Wahai Fulan, apakah engkau tidak ingat suatu hari engkau telah meminta minum (kepadaku) lalu aku beri minum (kepadamu), berkata: lalu dia memberikan syafaat kepadanya. Lalu seseorang lewati lagi, maka dia berkata ‘Apakah engkau tidak ingat di hari aku menuangkan air untuk bersuci ?’, lalu diberikan kepadanya syafaat..  (HR.Ibnu Majah)

Fungsi Ikon Pada Blog Kami...

     Kali ini admin akan memperkenalkan fungsi ikon pada GSF. Ada 5 logo yang terletak di bawah artikel di GSF yaitu :

1. Ikon Facebook : Share artikel ke Facebook
2. Ikon Google +1 : Menyarankan artikel di Google
3. Ikon Twitter : Share artikel ke Twitter
4. Ikon Blog : Share artikel ke Blog
5. Ikon E-Mail : Share artikel dengan berkirim e-mail...

Wow...,asyik bukan bisa share artikel tentang islam, jadi kalian sudah termasuk berukhuwah dan berdakwah...

Ta'aruf (Perkenalan)

      Assalamualaikum WrWbr...,kali ini Gemilang Foundation share anda blog islami, untuk melanjutkan estafet dakwah Rasullullah SAW.  Blog ini berisi dari referensi terpusat tentang artikel blog lain maupun tulisan dari admin (pemilik Gemilang Foundation). Untuk itu selamat menikmati materi ataupun artikel yang kami sampaikan...
Wassalamualaikum WrWbr...